Recession Tips For Web Designers & Companies Who Want to Build Their Websites

January 22nd, 2009

From Recession Tips For Web Designers:

Bad times are hard on overweight companies and over-leveraged start-ups, but can be kind to freelancers and small agencies. Clients who once had money to burn and big agencies to help them burn it suddenly consider the quality of work more important than the marquee value of the business card.

Good points  for web designers and developers, also for prospect clients, companies who want to have a good website but like Jeffrey said, “consider the quality of work more important than the marquee value of the business card”. Yang ga terlalu mikirin vendornya mesti berupa PT atau perusahaan berkantor gedung pusat kota, yang penting mereka bisa dipercaya dan bring a good quality result. It’s also good for the company: budget saving!

Membangun IMAJIKU Web Developer selama hampir 3 tahun di 2009 ini, membuat saya semakin sadar betapa banyaknya biaya yang harus dikeluarkan sebuah perusahaan, untuk hasil yang kurang-lebih sama dengan yang dikerjakan freelancer (ato setidaknya) tim seperti saya. Kami yang berupa tim saja sudah merasakan imbas resesi dan bagaimana kami harus pintar-pintar mengatur cash-flow, ga lagi perusahaan dengan puluhan karyawan?

Athletics is a Brooklyn-based multi-disciplinary “art and design collective.” Talk about low overhead: they don’t have a president, a payroll, or a pension plan. But that hasn’t stopped clients like adidas, Nike, MTV, HBO, Disney, DKNY, and Sundance Channel from knocking on their (virtual) doors.

Di Indonesia, orang masih menganggap naif impian itu. Tapi saya rasa, it’s only about time. Jaman sekarang orang sudah berpikir lebih jauh tentang sebuah online profile. Orang udah ga sembarang lagi mikir asal komentar, karena semua akan ke-track di dunia maya. Hari ini kita maki-maki sebuah perusahaan dan besoknya kita ternyata terdaftar jadi karyawan disana, apa coba yang akan terjadi once the CEO found out “kata-kata mutiara” kita di masa lalu?

Ironisnya, menghapus sebuah jejak online ternyata ga semudah itu.

Jadi… buat semua pihak, saatnya untuk consider ulang batasan awal dan ketakutan masa lalu soal mempercayakan proyek pada “orang yang ga jelas”. Hey, we’re here. We exist, we have an email address (even more than one!), we have a Yahoo ID, you could see my Facebook profile, you could get in touch with my friends and find out who I am!

So, why bother?