Know What You Want: What Do You Mean?

January 22nd, 2009

Sebelum menghubungi web designer atau web developer, ada baiknya Anda tahu dulu apa yang Anda inginkan. Kenapa saya lebih fokus pada “ingin”, karena untuk apa yang Anda butuhkan, ada kalanya pihak ketiga bisa lebih membantu. Ada kalanya posisi pihak ketiga yang netral bisa membantu Anda menempatkan diri di posisi customer, sehingga hasil yang dicapai nanti merupakan kombinasi antara keinginan dan kebutuhan, yang hopefully bisa membuat website Anda membawa hasil (dan customer dan uang tentunya ^^) yang diinginkan.

Jadi, apa yang saya maksudkan dengan “know what you want” ini? Sederhananya:

  1. Anda tahu website seperti apa yang Anda inginkan.
    Apakah itu sebuah company profile online berisi informasi soal perusahaan dan service yang Anda jual? Apakah itu sebuah e-catalog yang memajang semua produk yang Anda jual sehingga Anda ga perlu cape-cape lagi mencetak katalog setiap ada produk baru? Apakah itu sebuah e-commerce, toko online dimana pelanggan Anda bisa langsung mengorder barang yang mereka mau tanpa harus bolak-balik melakukan korespondensi basic soal berapa harganya, berapa ongkos kirim dan lain-lain?
  2. Anda tahu desain seperti apa yang *kira-kira* Anda inginkan.
    Saya tidak berharap Anda memiliki bayangan 100%, it’s exactly my job, but at least Anda sudah dapat gambaran style seperti apa yang Anda inginkan, at least Anda bisa memberikan setidaknya 3 alamat website (too many URLs won’t help) yang style desainnya Anda sukai. Percuma saya memberikan alternatif 10 mockup desain sekalipun, kalau yang Anda cari adalah desain gaya grunge, sementara yang saya sodorkan adalah gaya simple-minimalis.
  3. Anda bisa menjelaskan dengan spesifik fitur yang Anda inginkan di website Anda.
    Seperti yang pernah saya bahas di How to (and not to) work with a designer, bila sedari awal Anda bisa menjelaskan dengan spesifik keinginan Anda dan tidak terus mengubahnya selama proses desain berjalan, kemungkinan besar desain jadinya nanti bisa lebih sesuai dengan yang seharusnya. Menambah fitur dan elemen sepanjang proses desain hanya akan mementahkan konsep desain yang diciptakan di awal, dan bisa membuat hasil akhirnya kehilangan arah atau menjadi desain tambal-sulam.
  4. Anda memiliki bayangan berapa rupiah yang harus dikeluarkan untuk website yang Anda inginkan.
    Harga memang sangat relatif, terutama di negara berpenduduk 200 juta jiwa seperti Indonesia. Untuk website yang kurang-lebih sama, sebuah advertising agency bisa menyodorkan quotation sampai 100 juta, ketika seorang mahasiswa bisa mengiyakan kontrak hanya dengan deal 1 juta. Maka tentunya Anda harus realistis akan apa yang Anda inginkan. Kalau prioritas Anda adalah budget, maka Anda harus siap setidaknya dengan deadline yang keteteran. Kalau prioritas Anda adalah hasil, maka Anda harus siap dengan “a make-sense budget”, yang mana 1 juta rupiah bisa saja membayar seorang fresh-graduate membuat website seperti Facebook, namun akan membuat kualitas sebuah web developer team dipertanyakan bila melakukan hal yang sama.
  5. Terakhir tapi bukan yang paling tak penting: Anda percaya bahwa orang yang Anda pilih bisa mendesain website yang Anda inginkan.
    Me-review hasil kerja saya selama ini, pada akhirnya desain yang bisa saya bilang “bagus”, seringkali adalah desain yang saya buat untuk client-client yang kooperatif, yang respek pada saya & tim, yang percaya bahwa desain yang saya buat adalah desain yang baik. Bukan desain yang saya buat bagi orang-orang yang ikut mendesain bersama saya, apalagi bagi mereka yang pada akhirnya mengambil alih tugas desainer dan ikut mengatur area yang sebetulnya bukan tugas mereka.

Anda masih ragu-ragu apakah Anda sudah tahu apa yang Anda inginkan? Please do your research first before calling us. It will be better for both of us! ^^