Web murah meriah, dan alasan kenapa saya ga berani pasang harga murah meriah :)

January 11th, 2010

Harga jasa web desain yang saya pasang ga mahal. Jamin. Tapi juga ga murah-meriah (kalau yang dibilang murah-meriah itu adalah dibawah-lima-juta). Blak-blakan aja saya bilang begitu. Karena kalau di-expect menyelesaikan satu proyek web development hanya dengan harga 1-2 juta, saya akan langsung bilang, “Maaf, ga mungkin…” tanpa mengecilkan makna dari 1-2 juta rupiah itu sendiri. (1-2 juta tuh gede loh! Tapi bukan untuk sebuah pekerjaan yang baru kelar 6 bulan – 1 tahun kemudian ^^)

Jual-mahal? Saya rasa ga juga ya. Karena ini soal beda persepsi aja. Orang beranggapan: “Cuma ngedesain gituan doang… anak saya yang SMA juga bisa, diajarin tuh di sekolahnya,” atau ada salah satu temen saya yang bilang, “Di Mac ada kok programnya, elo tinggal desain terus diconvert ke web, jadi deh…!” dan ujung-ujungnya: “GITU DOANG KOK SEGITU?” :)

So supaya kiranya lebih jelas, saya akan coba listing faktor-faktor apa saja yang membuat sebuah proyek pembuatan website itu ga murah…

  1. Web desain: si designer harus mendesain setidaknya lebih dari 5 buah desain
    Untuk sebuah website, minimal sekali seorang desainer website harus menyiapkan desain untuk halaman-halaman utama atau menu-menu utamanya. Katakanlah web yang paling sederhana… hanya company profile biasa. Setidaknya dibutuhkan page Home, About, Service, How to Order, Contact (baca: 5 halaman). Belum kalau ternyata di web tersebut ada tambahan Product (yang mana biasanya ga selalu cukup dalam satu halaman saja), lalu Terms & Conditions, lalu FAQ… lalu bertambah lagi ada yang namanya Membership System, dimana page yang didesain langsung membengkak “untuk tambahan fitur itu doang” dengan page Login, Register, Forget Password, dan seterusnya… lalu Product Catalog, lalu Online Store…Bandingkan dengan proses pembuatan brosur atau flyer satu halaman saja. Atau company profile yang sedari awal sudah jelas jumlah halamannya. Saya yakin ga ada designer grafis yang ga mencharge lebih kalau awalnya cuma disuru ngedesain brosur perusahaan sebanyak 1 lembar A4 mendadak berkembang jadi 10 lembar :) Ini satu perbedaan mendasar antara desain grafis dan desain web: jumlah page yang harus didesain “ga keliatan” :)

    Lah kan “tinggal ngedesain satu page doang, sisanya tinggal nyamain?” Ga komen deh :) Secara beda content ya harus beda desain juga… dan desain itu menyangkut desain tipografi, jarak antar font, warna header,  ‘white space’ yang mau digunakan supaya mata ga cape, bla-bla-bla…

  2. Waktu pengerjaan sebuah website: minimal sekali selesai dalam 3 bulan
    Saya pernah mengerjakan sebuah proyek hanya dalam waktu 2 minggu saja, but believe me, itu hanya satu proyek dari puluhan proyek (lebih dari 70 proyek) yang pernah saya handle. Dan itu bukan proyek tim, melainkan proyek perorangan saya bertahun-tahun yang lalu, ketika saya belum kerja bareng IMAJIKU. Jadi urusan ketemu client, mendesain mockup web, slicing ke HTML, sampe programming sederhana pun saya yang kerjakan. So yang udah jelas, ga akan kepotong waktu untuk komunikasi antar tim, lempar-lemparan ide dan kerjaan (karena semuanya ya sama saya sendiri).

    Satu lagi: clientnya super duper sibuk, dan mempercayakan sepenuhnya semuanya kepada saya. Jadi ga ada tuh namanya revisi-revisi kecil model perubahan jenis font yang dipakai, warna pink karena warna biru dirasa kurang genjreng dan eye-catching :) Jadi waktu pengerjaan minimal 3 bulan itu udah rata-rata paling standar (dan make sense) dari client “normal” (yang revisinya make sense dan seperlunya, ga berlaku untuk kasus client yang ingin ikutan mendesain sendiri). FYI saya pernah juga mengerjakan proyek sampai 2 tahun lebih, lantaran feedback clientnya lama banget… (saya ga mengada-ada loh, proyeknya sampe sekarang masih belum kelar juga lantaran nunggu materi yang masih belum kekumpul juga di merekanya)

  3. Yang ngerjain web: ga cuma satu orang doang
    Kalau dulu semuanya bisa dihandle satu orang, sekarang saya rasa udah ga jamannya seperti itu. I’ve been through this statement: “Satu orang ga berarti ga profesional” dan “Kalau bisa dikerjakan satu orang saja, untuk apa Anda membayar sebuah tim?” Tapi seiring berjalannya waktu, tepatnya 7 tahun setelah saya menggembar-gemborkan pernyataan itu, saya harus mengakui bahwa bagaimanapun, banyak kepala (dan pemikiran) selalu lebih baik dibandingkan satu saja.

    Idealnya dalam satu proyek, dibutuhkan:

    1. Project manager: supaya setiap orang bisa fokus pada tugasnya masing-masing, dan si PM itu bertugas mengatur semuanya supaya timeline tetap sesuai deadline
    2. Web designer: supaya segi visual bisa fokus dikerjakan olehnya, tanpa terdistract urusan lain seperti apa nanti slicing HTMLnya susah, programnya susah, dll
    3. Ideally ada seorang UX Consultant, seperti yang tim kami punya sekarang (Hi, Lingga ^^), yaitu User Experience Consultant dimana dia yang akan melakukan studi mengenai target market yang dibidik, membuat detail persona (akan saya jelaskan lebih lanjut di posting selanjutnya), dan fokus pada bagaimana web yang dihasilkan nanti bisa user-friendly
    4. HTML editor: supaya HTML yang dihasilkan nanti maksimal, bersih dari sisi coding, dan juga tidak dikerjakan terburu-buru karena designer (atau programmer)-nya mesti buru-buru mengerjakan job revisi desain selanjutnya :)
    5. Front-end Programmer: kalo diandaikan ama mobil, orang ini yang bikin body-nya, bikin interface, supaya webnya dengan mudah bisa diupdate sendiri oleh client, tanpa clientnya harus mengerti urusan jeroan coding
    6. Back-end Programmer: sama seperti di atas, kalo diandaikan ama mobil, orang ini yang bikin “mesin”nya
    7. Quality Control: supaya setelah web jadi, dicek terlebih dahulu secara keseluruhan untuk meminimalisasi bug sebelum webnya digunakan oleh client
    8. Checker: betul. Tugas orang ini berkisar mengecek website yang sudah jadi, melihat tampilannya di berbagai browser yang paling banyak digunakan saat ini, dan membuat reportnya sehingga dapat dicari solusinya oleh designer, HTML editor dan programmer.

    So kisaran biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar semua orang ini, rasanya tidak bisa tercukupi dengan 1-2 juta saja, bukan? (dengan lama pengerjaan proyek yang kira-kira 3-6 bulan tersebut ^^)

Ini baru tiga hal mendasar yang paling utama (dan kepikir oleh saya secara spontan). Kalau mau dicari-cari lagi lebih jauh, tentu masih banyak… tapi, semoga bisa sedikit memberi gambaran, kenapa saya (dan tim saya) ga berani pasang harga murah-meriah tersebut :)