

Web Designer Mockup
I think every web designer has gone through this a couple of times. Clients love make suggestions, typically retarded suggestions that undermine a web designer’s well thought out mockup.
Let me share what we –para tukang web– had done for mockups:
- Menggali semaksimal mungkin apa yang diinginkan client
- Memikirkan konsep: untuk apa web itu dibuat, siapa target marketnya, apa yang mau di-highlight dll
- Nunggu materi, or kalo client ga punya, bantu cariin materi
- Browsing-browsing cari ide desain buat inspirasi
- Hunting font di web font gratisan, kalo hardisk ga punya font yang ada di imajinasi
- Kalo ada waktu, ke Mangga Dua dulu hunting CD font yang 15 rebong…
- Hunting ‘free image’ di image-stock websites, meski harusnya sih itu tetep bayar… or lagi-lagi, ke Mangga Dua hunting CD image, setelah ngewanti-wanti client bahwa image itu bisa aja bikin mereka di-sue competitor (biasanya replynya: ya udah, kalo di-sue tinggal ganti ^^)
- Thinking, thinking, thinking
- Ngoprek-ngorek photoshop, freehand, fireworks
- Terus? Ya ada kalanya seperti gambar di atas tadi… hehehehe….