Michelle Obama: “I stand here as a sister, a wife, a mother…”

Selama ini saya termasuk orang yang ga interest ama yang namanya politik. Temen saya bilang saya ini katak dalam tempurung, HERI — HEboh sendiRI, lantaran sibuk ngoceh di dunianya sendiri.

Saya pikir ada benernya. Pengetahuan saya soal politik memang terbilang minim. Lucky me, saya hidup di Indonesia dimana politik ‘kurang berbau harum’ — sehingga saya bisa ngeles saya ga mau tau karena udah apatis.^^V

Adapun soal Barack Obama, saya simpati sejak pertama saya liat kehadirannya sebagai bintang tamu di talkshow Oprah Winfrey. Saya ga ingat secara persis apa yang dia katakan saat itu, yang jelas ada sesuatu dari orang ini — Senator Obama — yang bikin saya tertarik. Dan yang jelas, bukan embel-embel ‘calon presiden’ karena seingat saya, saat itu dia belum jadi calon presiden seperti sekarang.

Lalu istrinya, Michelle Obama. Udah lama sekali rasanya, saya ga lihat orang ngomong di hadapan ribuan orang dengan gaya seperti ini. Bukan gaya politisi. Bukan dengan janji-janji besar seperti yang belakangan saya dapati di iklan-iklan televisi.

Michelle Obama gave a blockbuster speech at the convention in Denver. It was heartfelt and deeply personal — and many are saying she rivaled Barack’s famous 2004 convention speech in the way she moved the crowd. (From http://my.barackobama.com/page/s/michelle)

Saya harus bilang, saya terpukau pada orang ini. She is something. I can feel I start believing in her. I think she won’t betray people who believe in her. Very personal, absolutely. Karena saya juga a sister, a wife, a mother.

Speech 20 menitnya ini menantang saya. Dengan gaya saya bicara saat ini, dengan values yang saya punya saat ini, dengan pribadi yang saya miliki saat ini… bisakah orang percaya pada saya? Sudahkah saya bicara dengan hati saya? Betulkah apa yang saya katakan di depan sama dengan yang saya bilang di belakang?

« go backkeep looking »