Jepang, film dan idenya yang luar biasa kreatif

November 19th, 2007

Satu hal positif yang saya angkat topi dari Jepang… ide dan kreativitasnya yang luar biasa. Kalau bukan karena hal yang satu ini, saya yakin anime, animasi Jepang yang sekarang ga asing di telinga kita, ga akan bisa terdengar suaranya, boro-boro bisa mensejajari animasi Walt Disney yang terlebih dulu merajai dunia.

Hal ini kembali saya sadari setelah nonton satu movie Jepang berjudul HENSHIN, dibintangi oleh Tamaki Hiroshi dan Aoi Yuu. Ceritanya soal transplantasi otak yang dilakukan sebuah tim kedokteran terhadap Naruse Junichi alias Jun, seorang pemuda yang sekarat karena peluru nyasar menembus kepalanya. Karena transplantasi itu, karakter sang pemuda yang tadinya lembut hati berangsur-angsur berubah menjadi beringas, kasar bahkan cenderung jahat.

Kecintaannya melukis memudar, ia bahkan mendapati dirinya mendadak suka kopi — padahal selama ini ia tak pernah bisa minum kopi. Hanya karena suara ribut di kamar sebelah apartemennya, ia hampir mengamuk dan tiba-tiba di tangannya sudah tergenggam sebilah pisau. Ia nyaris membakar hidup-hidup seorang asing yang diajaknya berkelahi di bar.

Kekasih sang pemuda, seorang gadis manis nan ceria bernama Megu, mulai menyadari perubahan ini. Bentakan demi bentakan ia terima, hal yang tak pernah ada dalam diri Jun yang dikenalnya. Diri Jun yang asli, perlahan tapi pasti mulai digerogoti sifat sang pendonor otak, sampai-sampai hampir membunuh Megu, yang tetap setia mendampinginya meski terus-menerus terluka oleh cinta Jun yang makin memudar. Otak siapakah yang ditanam ke otak Jun? Bisakah Jun kembali menjadi Jun yang lama?

Sebelum ini, ada satu movie lagi yang menurut saya ide ceritanya luar biasa unik — Be With You alias Ima Ai ni Yukimasu. Bercerita soal seorang ayah muda dengan anak laki-lakinya yang masih kecil. Mereka hidup berdua sejak meninggalnya sang ibu karena suatu penyakit. Pada suatu waktu, di hutan dekat tempat mereka tinggal, sosok sang ibu yang sudah meninggal itu tiba-tiba hadir kembali ke tengah-tengah mereka, namun tak ingat siapa diri dan keluarganya…

Cerita horor? Tenang aja, meski awalnya harus diakui saya sempet ketar-ketir (karena gini-gini saya penakut hehehe… paling ga tahan nonton film horor), ternyata film ini masuk kategori drama 1000%, yang meskipun berhasil bikin saya terisak-isak, sama sekali jauh dari kata picisan. Setidaknya menurut saya :)

Latar belakang semua kejadian yang dibeberkan di awal cerita (meskipun to be honest, emang ga make sense) bener-bener ga terduga… bahkan sampai ending pun saya masih dibuat terpana (dan merinding meski bukan bergidik ngeri)… kok ya bisa-bisanya punya ide bikin cerita kaya gini.

Penasaran? Kalo berminat, coba aja hunting dua movie ini… really worth it!!!