Moms working from home – Ibu bekerja dari rumah

May 5th, 2009

Latest update: Feb 20, 2012

Saya selalu tertarik dengan istilah mom working from home, ibu bekerja dari rumah. Saya sangat mendukung kalau ada moms yang sedang berpikiran ke arah sana. Kalau belakangan jamak istilah go green, mungkin kalau saya public figure, saya ikutan, tapi dengan tagline “GO HOME, MOMS!” ^^ No offense — ini lantaran belakangan saya banyak melihat hal-hal yang membuat saya semakin sadar pentingnya keberadaan seorang family manager – a mom – at home. Yang ga bisa digantikan dengan keberadaan asisten; mbak alias pembantu rumah tangga ataupun baby-sitter, bahkan ortu dan mertua sekalipun. (again, menurut saya, orang lain bisa berpendapat berbeda)

Anyway, back to topic ^^ Ngomongin soal kasus ibu bekerja dari rumah, saya sering mendengar tanggapan: “Lha kalau saya ga kerja (baca: ngantor), duitnya gimana dong?” Itu dari yang concernnya lebih di soal keuangan. Atau yang lebih mementingkan eksistensi, “Masa gue jadi ibu rumah tangga doang,” dan aktivitas “Mati bosen kali gua kalo cuma ngurusin anak ama dapur doang! Mau gaol gimane?”

Banyak ngobrol di YM dengan temen saya yang sekarang tinggal dan bekerja part-time di Australia, saya jadi ngeh  lingkup pekerjaan yang tersedia di dunia online sekarang ini semakin luas. Everything goes online. Kalau dulu, namanya kerjaan harus ngantor, sekarang kayanya ngga lagi.

Kalo gitu, saya harus jualan? Buka toko online? Jualan baju online? Buku? Sepatu?

Kalo saya, jualan justru hal terakhir yang bakal saya lakonin. Bukan apa-apa, bakat saya di jualan barang kayanya melempem… dan dengan semakin maraknya jualan online sebagai alternatif side job yang bisa dilakoni siapapun, kayanya semakin banyak nelayan berebut ikan. Makanya salut saya ama ibu-ibu yang sampe sekarang masih tetap gencar jualan online di Multiply Facebook. Buat saya, jualan justru salah satu hal tersulit yang harus dilakoni sebagai awal saya merintis pekerjaan dari rumah.

So… Mau tau job-job sederhana yang sekarang dibutuhkan ama saya & tim web developer saya (dan pastinya bisa dikerjakan dari rumah)?

  1. Web admin (Status: sudah full per Maret 2011)
    Ini yang paling gampangnya. Tugasnya hanya menginput materi dari client ke website via admin area / content management system (CMS). Yang dibutuhkan notabene hanya ketelitian dan kemampuan mengoperasikan word editor macamnya microsoft word. Tentu saja logika berpikir, jangan sampe materi dari client tumplek blek dicopy paste apa adanya tanpa diseleksi dulu :)
  2. Web surfer checker (Status: sudah full per Maret 2011)
    NAH! Akhirnya per Maret 2010 saya menemukan istilah yang kurang lebih bisa menggambarkan job description yang satu ini. Tugasnya apa? Browsing! As simple as that! Nah… browsing apaan? Ya tentunya ga sekedar browsing, tapi find out apakah ada error dan bug  di web yang harus dibrowse tersebut, apakah hasilnya oke ketika dibuka di berbagai macam browser (minimal ngecek di 5 browser standar yang nanti akan kita informasikan detailnya), dan lain sebagainya.
  3. Web… hmmm, apa ya istilahnya? (Status: sudah full per Maret 2011)
    Saya belum ada bayangan job yang satu ini mau dikasi title apa. Tugasnya sih membantu saya & tim mengkustomisasi CMS Manual Guide yang nantinya diberikan pada client sebagai panduan menggunakan Content Management System websitenya nanti. Istilahnya memang terdengar “seremmm”, tapi setelah dilakonin, ternyata lebih mudah dibanding bikin rekap laporan penjualan bulanan di kantor :)
  4. Web sales (Status: masih open TAPI HANYA UNTUK PEMINAT SUPER SERIUS – update per Feb 2012)
    Ini udah nyerempet-nyerempet jualan, tapi setidaknya ga harus pusing urusan stok barang dan pengiriman… cukup duduk manis pada jam tertentu di depan kompie dan nyalain YM. Lalu menanggapi prospect client yang berminat terhadap produk yang dijual oleh perusahaan yang meng-hire kita.
  5. XHTML-CSS Coder (Status: masih open TAPI HANYA UNTUK MEREKA YANG BISA MEMBERIKAN PORTOFOLIO – update per Feb 2012)
    Ini buat moms yang punya background programmer, atau setidaknya seneng belajar hal-hal baru di internet. Jadi tugasnya meng-convert desain yang sudah jadi dalam format PSD (Photoshop files) ke HTML, tentunya dengan coding yang sesuai dengan standar web yang berlaku. Harus valid CSS loh :)
  6. Web Designer / Web Graphic Designer (Status: masih open TAPI HANYA UNTUK MEREKA YANG BISA MEMBERIKAN PORTOFOLIO – update per Feb 2012)
    Sehubungan dengan semakin tingginya load kerjaan, yang harus dibagi-bagi supaya hasilnya bisa lebih maksimal :) Buat moms yang punya talent di bidang desain, feel free to join our team. Sekali lagi: kerjanya bisa dikerjakan dari rumah, dengan tujuan menjaga originalitas ke-kreatifitas-an kita :) *rumit banget ya ni istilah?* Dengan menyesal saya sebutkan bahwa untuk posisi paling akhir ini, jumlah jobnya justru paling banyak, karena ga semua orang bisa mengerjakannya :)

Berminat dengan salah satu job di atas? Langsung aja ya kirim CV ke me at monikatanu dot com, jangan lupa di SUBJECT EMAILNYA tolong disebutkan posisi yang diminati. Saya nerima banyak sekali email CV yang pada akhirnya sulit untuk dipilah-pilah dan ditanggapi lantaran spesifikasi job yang diinginkan ga jelas…

I will appreciate if you don’t ask questions like — “Ini beneran kan? Ngga yang ntarnya tau-tau ditawarin bisnis-bisnis online ga jelas gitu?” Saya mohon maaf sebesar-besarnya kalau email-email seperti itu akan langsung masuk ke junk folder… I already described the job clear enough – and if you’re not sure enough, better don’t put your CV in risk… :) CV is confidential, right? :)

Ah ya… the last thing: once you sent your CV to me, I will keep it as a very confidential data — don’t worry!

Recommended books untuk kita yang berminat tau lebih banyak soal bekerja dari rumah:

201 Responses to “Moms working from home – Ibu bekerja dari rumah”

  1. There says:

    Dear mbak Moniq,saya There… saya tertarik posisi no 4.
    sebenarnya background saya finance accounting, saya resign dr kantor karena ingin menyediakan waktu lebih banyak utk membangun basic karakter anak saya sejak dini yang menurut saya hal tsb tidak bisa dilakukan oleh orang lain.
    Setelah resign bbrp bulan saya melihat anak saya sudah cukup ‘life-ready’ (ijin mengutip bahasa iklan susu ya….) dan keinginan untuk bekerja lagi begitu kuat, terlebih karena saya terbiasa memiliki penghasilan sendiri (walau suami sudah memenuhi segala kebutuhan kami).
    Akan tetapi kali ini saya tertarik bidang yang baru yaitu HR dan Marketing. Seperti yang mbak Moniq tahu jika kita melamar suatu pekerjaan, kita harus sudah berpengalaman di bidang tsb sedangkan itu bukan background, karenanya saya senang sekali jika diberi kesempatan utk bekerja sambil belajar dan tidak menutup kemungkinan saya bisa bergabung full time membantu mbak moniq.
    Regards.

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the answer to the math equation shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the equation.
Click to hear an audio file of the anti-spam equation