Tren website jaman sekarang

Mengutip kata-kata Kompas Tekno 16 Oktober 2008 lalu, WEBSITE bukan lagi sebuah dunia maya yang terpisah dari realitas sosial. Pengaruh website tak ada duanya kini, mengalahkan media konvensional dalam hal kecepatan akses dan kemudahan mendapatkan.

Jaman sekarang, kalau ketemu orang yang ditanya pertama-tama bukan hanya no HP, tapi juga alamat email. Malahan ada temen saya yang ogah kasi no HP ke orang yang baru dikenal, katanya sih pengalaman buruk — dikejer-kejer agen asuransi ama MLM (hihihi), mana ngejernya langsung ke HP pula, ga selalu bisa direject. Simalakama. Ga diangkat, eh telpon penting. Diangkat, ndelalah orang nawarin uang tunai saat itu juga (tapi tetep mesti dibayar besok-besoknya, dengan bunga pula ^^), aplikasi kartu kredit, or segala hal berbau profit (buat dia tentunya). Or temen lama yang tau-tau antusias banget ama anak kita, ujung-ujungnya nawarin asuransi pendidikan :D

Sementara kalo email? Once kita dispam, tinggal add yang bersangkutan ke blocked sender, masalah selesai. (Ya kalo orangnya ga gaptek-gaptek amat, besok-besok dia nyepam lagi sih pake email laen… saya sering lho nemu orang yang rajin banget bikin account email baru setiap kalinya demi nyepam)

Jaman sekarang, yang ditanya ga berhenti sampai di email address atau friendster semata, tapi lanjut ke Multiply dan Facebook. Lebih jauh lagi, LinkedIn. Flickr dan MySpace masih bergaung, tapi rasanya kurang afdol kalau ngga ikutan nambah account di tiga web networking tadi.

Jaman sekarang, punya alamat email yang “Udah lama ga sempet gue buka,” artinya kurang punya time-management yang bener, ato ya keluar dari lingkaran pertemanan yang makin lama makin luas.

YouTube, dkk? Lha nonton film aja bisa dilakuin gratis di internet - selama Speedy ga lagi jadi Slowly dan kita ga males nongkrongin “Loading” di layar kompie. Ga usah repot-repot cari bajakan, bisa download share-an film pula, selama ga males ngupdate diri dengan info soal cara download torrent.

Di luar sana, ada lagi Twitter. Belum lagi BlackPlanet, Digg, Eventful, Faithbase, Eons dan beragam lagi nama “ajaib” yang dengernya aja udah bikin kewalahan… kalo kata orang anti fashion, “Jangan jadi korban mode lah,” lha di komunitas maya, ga ikutan tren artinya ketinggalan kereta… “Ga gaol lu!”

Generasi anak-anak kita mendatang adalah generasi yang dibombardir lembaga pendidikan untuk mengikuti moto “satu anak satu komputer”… Boleh lah kita kalah soal kemampuan bahasa (secara sekarang sedari TK anak-anak udah cas-cis-cus Bahasa, English plus Mandarin) - soal internet yang siapapun bisa akses, apa iya kita harus menyerah pada kata “tren”?

This posting is dedicated to my beloved daddy who passed away in Jan 2007. He loves technology - even in his age: 69 years old, he’s still updated about all Macintosh new stuffs and so on. Now I don’t have “personal IT consultant” like before… I miss you, Papa!

Comments

16 Responses to “Tren website jaman sekarang”

  1. Samuel on October 29th, 2008 9:43 am

    sepertinya seru ya punya papa yang hobi utak atik komputer, hehe..

  2. Aditya on October 29th, 2008 10:53 am

    Iya baetul, bahkan untuk melamar pekerjaan, terkadangan ketika wawancara, kita ditanya apakah punya akun di situs jejaring tersebut.

  3. Monika Tanu on October 29th, 2008 11:47 am

    Serius? Wah kalo gitu mesti tambah ati-ati nih orang-orang… secara bisa dicek ke link networking kantor yang sekarang kan, kerjanya bener di company itu ga, bener sebagai itu ga, bener gajinya segitu ga… hahahahaha… Mau nyoba minta higher salary, eh diconfirm ke bos di kantor lama, ternyata ga segitu… ini memperluas kesempatan apa membatasi yak jadinya :D

  4. Aditya on October 29th, 2008 11:58 am

    Untuk lebih amannya, profil di situs jejaring, kita privat (seperti FS dan FB). Jadi hanya orang-orang tertentu saja yang bisa membukanya.

  5. alice on October 29th, 2008 2:00 pm

    hi mon, pa kabar. gw awam bener nih, service yang lo berikan apa bedanya sih sama orangescale.net? aduh maafkan kebodohan ku..

  6. Monika Tanu on October 29th, 2008 2:03 pm

    Wah, emangnya dia kasi service apa nih? I just read a blog there…

  7. Andreas on October 29th, 2008 4:02 pm

    Hi Monik,

    Pertama … apa kabar ? hehehehe …

    Kedua … hmmm …. bener tuch tulisan di atas … setuju banget, info2 via web menjadi sangat krusial dan spertinya smua (rata2 yg bisa komputer) menggantungkan information sources via web …

    Ketiga …. just pray for your daddy … spertinya memang buah tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya … skrg gue baru tahu … from where your talent comes from ….

  8. Monika Tanu on October 29th, 2008 4:10 pm

    Waduh tersanjung, Ndre… ga talent kale, passion iya hihihi… apa kabar juga? Lama tak terdengar kabarnya nih… Anyway mesti hati-hati banget ya sekarang memajang semua informasi pribadi… secara bisa dimanfaatkan dengan positif dan negatif…

  9. ria on October 29th, 2008 9:08 pm

    hi Mon… piye kabare? smg sehat ya…
    thanks ya udh nengokin aku :)

    Mon, aku pernah post my no hp di profile blog (maksute biar order lancar getoo hehehe) … ternyata suka ada yg jailin. atuut deh :( bis itu kapok dweeh…

    Beruntung banget ya dirimu punya ayah spt itu… salut juga dengan Monik yg melanjutkan kepiawaian beliau.

  10. Irene on October 30th, 2008 10:02 am

    Hi Mon!
    Nice point of view! Seneng banget bacanya. Gue jadi agak gigit jari mendengar ungkapan “satu anak satu komputer”, secara udah ada 2 anak di rumah.. Memang sih, perkembangan teknologi pasti akan menuju ke sana. Tapi for some reason, gue masih belum memperkenalkan komputer sama anak gue yang gede, karena takut dia cenderung addicted to computer, sehingga nanti jadi males lari2 lagi di luar. Biar lebih banyak beraktivitas dulu di luar. What do you think? Kapan lo akan ngenalin komputer dan perangkat desainlo itu ke si kecil? hehehe…

  11. Aditya on October 30th, 2008 11:01 am

    Hmm.. jangan sampai deh kita menampilkan nomor HP pribadi kita ke dunia maya. Bisa fatal. Apalagi e-mail, bisa kebajiran SPAM.

    to Mba Monik, blognya tambah rame tuh. he3x.

  12. Monika Tanu on October 30th, 2008 11:30 am

    Aduhhh tersanjung Mbak satu ini mampir ke blogku ^^ Tx yaaa… Iya neh, masih dilema yak… (untung si kecil baru 1 taun, masih punya waktu menimbang-nimbang hihihi) Kalo disini mungkin kasusnya belum terlalu naik ke permukaan, tapi kalo liat film-film barat, namanya kejahatan “fedofil” di internet pan dah umum yak… even untuk anak yang udah rada dianggep gede, ABG gitu… seram deh kalo udah liat yang kaya gitu…

  13. donald on November 5th, 2008 5:15 pm

    Menutip komentar Mbak Aditya di atas, bener tuh..identitas harusnya dijaga juga ma media. Sayang banget detik.com, kompas.com dan mungkin bbrp situs lain ngga meng-hidden surat pembacanya.. Gile gara2 nulis surat protes kecil, boro2 ditelpon sama yg diprotes..malah ditelpon sales asuransi, sales saham, kartu kredit..:( sebal

  14. Aditya on November 6th, 2008 12:40 pm

    @donald:
    Aku ini laki-laki, masa dipanggil Mbak? :(

    http://www.virtualmaya.net

  15. Monika Tanu on November 6th, 2008 6:06 pm

    Hihihi… biasa lah, nama seringkali menipu :D

  16. Handi on November 15th, 2008 4:52 pm

    Hallo Mon, gimana kabarnya? ternyata bukan papa gue doang ya, yg still updated sama teknologi. hehe..

Leave a Reply


(will not be published)


*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word