Tren website jaman sekarang

October 27th, 2008

Mengutip kata-kata Kompas Tekno 16 Oktober 2008 lalu, WEBSITE bukan lagi sebuah dunia maya yang terpisah dari realitas sosial. Pengaruh website tak ada duanya kini, mengalahkan media konvensional dalam hal kecepatan akses dan kemudahan mendapatkan.

Jaman sekarang, kalau ketemu orang yang ditanya pertama-tama bukan hanya no HP, tapi juga alamat email. Malahan ada temen saya yang ogah kasi no HP ke orang yang baru dikenal, katanya sih pengalaman buruk — dikejer-kejer agen asuransi ama MLM (hihihi), mana ngejernya langsung ke HP pula, ga selalu bisa direject. Simalakama. Ga diangkat, eh telpon penting. Diangkat, ndelalah orang nawarin uang tunai saat itu juga (tapi tetep mesti dibayar besok-besoknya, dengan bunga pula ^^), aplikasi kartu kredit, or segala hal berbau profit (buat dia tentunya). Or temen lama yang tau-tau antusias banget ama anak kita, ujung-ujungnya nawarin asuransi pendidikan :D

Sementara kalo email? Once kita dispam, tinggal add yang bersangkutan ke blocked sender, masalah selesai. (Ya kalo orangnya ga gaptek-gaptek amat, besok-besok dia nyepam lagi sih pake email laen… saya sering lho nemu orang yang rajin banget bikin account email baru setiap kalinya demi nyepam)

Jaman sekarang, yang ditanya ga berhenti sampai di email address atau friendster semata, tapi lanjut ke Multiply dan Facebook. Lebih jauh lagi, LinkedIn. Flickr dan MySpace masih bergaung, tapi rasanya kurang afdol kalau ngga ikutan nambah account di tiga web networking tadi.

Jaman sekarang, punya alamat email yang “Udah lama ga sempet gue buka,” artinya kurang punya time-management yang bener, ato ya keluar dari lingkaran pertemanan yang makin lama makin luas.

YouTube, dkk? Lha nonton film aja bisa dilakuin gratis di internet – selama Speedy ga lagi jadi Slowly dan kita ga males nongkrongin “Loading” di layar kompie. Ga usah repot-repot cari bajakan, bisa download share-an film pula, selama ga males ngupdate diri dengan info soal cara download torrent.

Di luar sana, ada lagi Twitter. Belum lagi BlackPlanet, Digg, Eventful, Faithbase, Eons dan beragam lagi nama “ajaib” yang dengernya aja udah bikin kewalahan… kalo kata orang anti fashion, “Jangan jadi korban mode lah,” lha di komunitas maya, ga ikutan tren artinya ketinggalan kereta… “Ga gaol lu!”

Generasi anak-anak kita mendatang adalah generasi yang dibombardir lembaga pendidikan untuk mengikuti moto “satu anak satu komputer”… Boleh lah kita kalah soal kemampuan bahasa (secara sekarang sedari TK anak-anak udah cas-cis-cus Bahasa, English plus Mandarin) – soal internet yang siapapun bisa akses, apa iya kita harus menyerah pada kata “tren”?

This posting is dedicated to my beloved daddy who passed away in Jan 2007. He loves technology – even in his age: 69 years old, he’s still updated about all Macintosh new stuffs and so on. Now I don’t have “personal IT consultant” like before… I miss you, Papa!