Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar

October 30th, 2008

Kemaren ini dengerin CosmoFM, Erwin Parengkuan bilang lagi berusaha siaran tanpa melibatkan satupun kata-kata bahasa Inggris, menyikapi prakata beberapa ahli bahasa Indonesia di media soal betapa parahnya gaya bahasa anak muda Indonesia sekarang ini, yang merasa ga asik kalo ngomong sehari-hari tanpa bumbu istilah-istilah asing.

“Ntar ya, gue mo meeting dulu,”
“Yuk, lunch yuk…”
“Oi, deadline project-nya kapan tuh?”

Belom lagi bahasa kompie sehari-hari kaya “mouse”, “download”… rasanya masih geli aja nyebut “tetikus” atau “mengunduh” hihihi.

Waktu itu Erwin lagi ngewawancarain anaknya Bondan Winarno yang baru sliweran di layar kaca karena baru punya program TV baru: Gwen (Err… itu bukan ya namanya?) dan saya (yang kurang update ama manusia-manusia layar kaca lantaran paling males nonton TV) jadi otomatis menghitung berapa banyak penggunaan istilah bahasa Inggris ybs lantaran niatan Erwin di awal siaran tadi :D Belum lagi ketika sebelumnya Erwin ngewawancara seorang pemilik cafe di Kemang.

Lalu saya sendiri, mencoba mendengar bagaimana saya bicara di telpon dengan beberapa klien. Wow! Saya juga sok-sok Inggris ternyata! Hahaha. Padahal jaman SMA dulu, nilai bahasa Indonesia saya di rapor 9 lho. Dan kalau ulangan peribahasa dan majas, dijamin nilai saya ga pernah di bawah 8. Plus soal EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), saya paling cinta. Hanya saja melihat perkembangan bahasa Indonesia yang sekarang ga saya ikutin lagi, kadang malah saya bingung sendiri dengan konsep yang dulu bolak-balik ditekankan guru saya di sekolah.

Misalnya kapan awalan “di” diletakkan menempel dengan sebuah kata dan kapan tidak. Setahu saya dulu, awalan satu itu harus selalu nemplok kaya perangko di amplop apabila kata selanjutnya berupa kata kerja. Belum lagi kata-kata seperti “mengubah” atau “merubah” dan kawan-kawannya. Kelihatannya sekarang ilmu bahasa ini sudah mengalami kemajuan yang saya sendiri ga tau dimana mesti saya cari jawabannya.

Apakah harus kembali ambil kursus bahasa Indonesia kah? Hehehe. (NB: di posting *argh, apa bahasa Indonesianya posting???* saya ini, ada berapa istilah Inggris yang nongol ya? Kikikik…)