Share Your Financial Resolutions

Terinspirasi postingan Ligwina Hananto di “Share Your… Financial Resolutions for 2007“, di pertengahan tahun 2008 ini saya jadi ingat resolusi tahunan yang saya tulis di akhir Desember 2007.

Puji Tuhan, sebagian sudah terlaksana (salah satunya tekad untuk bisa ASIX dan thanks God di usianya yang hampir 9 bulan ini Aurel masih full ASI — well, it’s not that easy too… butuh perjuangan juga meski mungkin ga seribet mereka yang masih pada ngantor ^^), dan masih ada beberapa hal lagi yang harus dikejer.

So, ngomongin Financial Resolutions… hmmm… menarik. Dari beberapa share temen-temen di blog di atas, ide yang buat saya inspiring di antaranya:

“… punya dream house di Bali by 2010. Mengembangkan aset yang bisa kontribusi passive income senilai sama dengan pendapatan saat ini. Go to new places 2 x per year with my family.”

RENE ( Male, 34 yo, married with 3 kids)
“…financial this year: buying a 2nd house as an active asset/income…”
CINDY (27 yo, married with 1 kid)
Wow. Punya rumah kedua sebagai investasi (secara harga rumah ga pernah ga naik). Punya passive income yang besarnya sama dengan income yang sekarang. Go to new place every year (ga muluk-muluk deh, sekali setaun juga cukup) with family. Syukur-syukur bisa keluar negri, tapi kalo dana pas-pasan, ke Danau Toba or diving di Lombok ga kalah menarik… Hmmm, yummy.
Mengingat prinsip resolutions yang harus SMART (Specific, Measurable, Attainable, Realistic, Tangible) itoeh, mari kita mulai set-up target yang lebih detail… Waktu tinggal 6 bulan lagi bo!

Comments

One Response to “Share Your Financial Resolutions”

  1. Gita on July 15th, 2008 3:04 pm

    kadang2 muncul juga tuh pikiran: sebenarnya tabungan atau harta berharga lainnya tuh buat apa yah.. kalo memang buat masa depan, ya kalo nyampe ke masa depan, kalo nggak.. berarti gak sempet dong? … terus kalo udah punya semua mau ngapain ya? :/ cuma pengen itu harta bisa dipakai buat manfaat yang lebih besar, sharing sama makhluk lain.. aku pengen buka perpustakaan umum, targetnya sih di kampung halaman. udah kebayang sih buat orang2 yang gak mampu beli buku tapi punya minat baca dan belajar. mudah2an bisa segera terwujud.. oya mungkin juga bisnis supportnya, buka toko sprei or baby stuff or bakery :p

Leave a Reply


(will not be published)


*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word