Ga bisa bikin testimonial buat diri sendiri

April 11th, 2008

Menyoal saya yang bingung disuru mendeskripsikan diri sendiri di LinkedIn, tante saya yang tinggal di Amrik mengirim email sbb:

“Heran deh… Tante sendiri juga sama seperti kamu, tidak bisa loh disuru bikin review soal diri sendiri! Rupanya ada unsur genetika atau unsur budaya, karena Tante terbentur pada hal yg sama, ditto! Konyolnya karena Tante bekerja di dunia yang mengaprisiasi orang yang aktif gembar gembor diri sendiri —- dampak jadi negatip. Tolong dicatat: Rendah hati tidak diaprisiasi di dunia cooperate AS.”

FYI, tante saya ini seorang single mom satu putri (yang sudah kuliah dan tinggal pisah kota) yang sekarang bekerja di sebuah perusahaan di Colorado, Amerika Serikat.

Bicara dengan tante saya yang satu ini emang selalu menarik. Komentar-komentarnya selalu smart dan menggelitik saya untuk balik mengomentari. Email 2 alinea, bisa saya balas 4 sampai 5. Ga pernah basi dan lewat begitu saja. Padahal saya termasuk orang yang sebisa mungkin pingin bales email sesingkat-singkatnya, mengingat email tu potensial banget buat ajang debat kusir (apalagi kalo kita ga kenal orangnya langsung)

“Kamu masih muda, ngomongin soal karir, kamu harus coba to distance yourself dari budaya Jawa yg matur nuwun, permisi, aku iki ora opo2—– Kamu harus berusaha konsentrasi pada: orang lain/dunia tidak akan tahu kalau saya tidak memberi informasi kemampuan2 saya. Anggaplah the world is in need of people like you, and what you can deliver.

But, YOU must tell the world what you are and what you can do. So, kalo kamu ingin dunia tahu apa saja kemampuanmu, buatlah daftar. Ingat, ini bukan soal sok-sokan.”

Di banyak artikel pengembangan diri sudah sering sekali dibahas soal hal ini. Bagaimana cara supaya apa yang kita lakuin buat perusahaan terlihat oleh manajemen. Bagaimana supaya kerja keras dan lembur kita di kantor ga sia-sia. Bagaimana cara membuat bos sadar bahwa kita adalah aset berharga perusahaan yang patut diconsider sebelum ditendang begitu saja pas ada PHK ^^

Untuk budaya Indonesia, kira-kira model jual diri apakah yang dianggap acceptable? Apakah memang harus slonong-boy mode? Maju terus pantang mundur tanpa liat kanan-kiri? Gimana caranya bisa ‘terlihat’ tanpa harus kehilangan jati diri? Tanpa harus menyandang predikat ga tau malu? Any ideas?

2 Responses to “Ga bisa bikin testimonial buat diri sendiri”

  1. Felix says:

    iya keknya rendah hati ga ada untungnya juga kalau menyangkut pekerjaan / karir.

    wow, tergugah banget baca tantemu’s: “Rendah hati tidak diaprisiasi di dunia cooperate AS”

  2. vebie says:

    heheheh… pas banget neh, topiknya… berasa banget dengan hal2 “supaya keliatan” di dunia kerja yg sekarang ini setelah sekarang membawahi 10 orang… karena justru saya yg menekankan ke anak2 saya, gimana caranya untuk “work smart” dengan cara meninggalkan impresi profesional sehubungan dengan pekerjaan. Contohnya paling gampang, dengan cara komunikasi dengan baik dan benar melalui email untuk hal2 detil yang bisa saja sepele, tapi berarti seperti info mengenai jadwal distribusi, lengkap dengan info resi pengirimannya dll. Dengan bukti hitam di atas putih itulah, record kita akan selalu tercatat di benak rekan kerja, tentang bagaimana kita selalu updated dengan pekerjaan terutama yg melibatkan berbagai pihak. Sepele memang, tapi udah dari sononya kebaikan itu lebih sulit dilihat dibandingan dengan kejelekan bukan? makanya ada pepatah “kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak”… Makanya “tinggalkan jejak yg berkesan” sekecil apapun, sesepele apapun, dan pastikan dilakukan dengan hati dan berkala supaya jejak itu bisa melekat di benak orang dan membentuk impresi baik untuk kita sendiri… Mungkin gitu kalow dari saya… *mengingat komentar mantan atasan yg mengomentari mengenai “keresean” saya untuk pekerjaan ;) … miss u, mbak!*

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the answer to the math equation shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the equation.
Click to hear an audio file of the anti-spam equation